31 Jul 2017 | 05:49:49

Please support our expedition!

We’ve all been there. We come up with a great idea for an expedition on ‘DRR efforts’ and start doing a bit of preliminary research. After a while we found out how ridiculously expensive it’s going to be. That’s not even taking into account the fact that the actual cost is likely going to be double what we first thought. The reality is, the cost of an expedition can kill our dream before it even begins.

Unless we’ve got a load of expendable cash, most people have to get creative when it comes to paying for their expedition. The answer is usually in the form of sponsorship.

This is where we persuade companies to give us money for our expedition in exchange for promoting their brand on the back of the media publicity we’ll get. This is a very simplified explanation.

So please support our expedition!


 

Mereka yang bergerak di aktivism mungkin pernah mengalami. Memiliki ide besar untuk masyarakat, seperti mimpi tentang sebuah ekspedisi untuk upaya PRB. Setelah melakukan riset awal kita mendapati ternyata anggaran ekspedisi ini akan sangat mahal. Kita mendapati bahwa ternyata hitungan anggaran bisa mematikan semangat.

Tentu sebuah pengecualian jika kita memiliki anggaran dari kantung sendiri. Atau berusaha menjadi kreatif untuk merancang ekspedisi ini yang mungkin malah memangkas ide besarnya. Dan jawabannya selalu ada di sponsorship.

Itu sebabnya kami terus berusaha meyakinkan banyak pihak, lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk mendukung ekspedisi ini. Sebagai imbal-baliknya tentu citra-baik yang terbangun melalui publikasi dari ekspedisi ini. Sesederhana itu.

Jadi, mohon dukung ekspedisi ini!

 


 

Lobi ke Banyak Pihak

Ekspedisi Palu-Koro penting sebagai upaya kreatif dalam Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, bencana banjir dan longsor adalah bencana yang nyaris terjadi setiap waktu di Indonesia. Ada juga kebakaran hutan & lahan, serta berbagai bencana sebagai dampak dari perubahan iklim. Kemudian ditambah dengan bencana gempa dan tsunami yang berasal dari lebih dari 200 sesar aktif yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Jadi ekspedisi ini tidak akan berhenti hanya pada wilayah Sulawesi Tengah yang dipenuhi dengan sesar aktif, tetapi ekspedisi juga akan dilanjutkan di wilayah lain yang terancam oleh bencana. Bahkan ekspedisi juga akan dilanjutkan dengan berbagai diskusi, seminar dan berbagai pelatihan untuk memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

Ridwan Djamaluddin, Deputi III, Kemenko Kemaritiman (klik untuk memperbesar gambar)

 

Willem Rampangilei, Kepala BNPB dan Wisnu Widjaja, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (klik gambar untuk memperbesar)

 

Bartholomeus Tandigala, Irvan dari BPBD Sulawesi Tengah, dan Museum Palu. (Klik untuk memperbesar gambar)

 

GNS Science, New Zealand dan Universitas Gajah Mada (klik untuk memperbesar gambar)

 

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (klik untuk memperbesar gambar)

 

Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Bandung (klik untuk memperbesar gambar)

 

UNOCHA (klik untuk memperbesar gambar)

 

Awak media di Jakarta (klik untuk memperbesar gambar)

 

Awak media di Palu, Sulteng (klik untuk memperbesar gambar)

Untuk itu tim ekspedisi telah melobi berbagai pihak yang memiliki kepedulian pada upaya PRB ini agar ikut terlibat dalam ekspedisi ini. Salah satu yang baru-baru ini kita temui adalah Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia.

Osmar Tanjung, Sekjen Seknas Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia bersama tim Ekspedisi Palu-Koro (Klik untuk memperbesar gambar)

 

Hanya beberapa hari setelah pertemuan dengan Osmar Tanjung dari Seknas Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia, ia kemudian 14 Agustus 2017 mengantarkan tim Ekspedisi Palu-Koro untuk bertemu dengan Sidarto Danusubroto dari Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Hasil dari pertemuan ini adalah untuk segera menggelar workshop dengan beberapa pejabat dari institusi pemerintah yang terkait dengan pelaksanaan Ekspedisi Palu-Koro.

Sidarto Danusubroto dari Wantimpres menerima tim Ekspedisi Palu-Koro