Klik di sini untuk penjelasan ringkas mengenai Ekspedisi Palu-Koro dalam format PDF

Klik di sini untuk penjelasan melalui video dan infografis.


Sulawesi Tengah memiliki banyak sesar aktif (patahan tektonik). Gempa sering terjadi di Sulawesi, namun kurang disorot media. Sesar aktif yang utama, yaitu Sesar Palu-Koro menurut ahli geologi menyimpan gempa besar, yang bahkan lebih besar dari Sesar Semangko di Sumatra. Diduga gempa besar bisa terjadi dalam tahun-tahun ini.

Meski demikian progam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Sulawesi Tengah kurang digalakkan oleh berbagai kalangan, terutama oleh pemerintah. Ekspedisi Palu-Koro yang akan dilaksanakan bulan Maret tahun depan akan mengangkat soal ini dengan melakukan sejumlah penelitian, pembuatan documentary untuk TV, foto, buku, diskusi, seminar dan pelatihan.

 

Ekspedisi ini tidak hanya akan mengangkat soal bencana gempa dan tsunami, tetapi juga akan mengangkat soal lain yang menjadi berkah bagi wilayah yang dilalui oleh sesar aktif, seperti berkah tambang mineral dan energi, wisata, keanekaragaman flora dan fauna, budaya dan kemasyarakatan. Juga soal misteri dari lebih dari 1000 patung megalitik yang berusia lebih dari 2500 tahun di 3 lembah yang telah mengundang keinginan tahu dari berbagai peneliti dari manca negara.

Trinirmalaningrum dari Perkumpulan SKALA yang juga sekaligus sekjen Platform Nasional (PLANAS) untuk PRB (Pengurangan Risiko Bencana) menggagas upaya PRB di wilayah sesar aktif ini bersama Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dukungan juga diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Pemda Sulteng, BPBD Sulteng, Universitas Tadulako, beberapa LSM di Sulteng dan beberapa institusi pemerintah lainnya.

Pertengahan bulan Mei 2017 lalu, riset pendahuluan sudah dilaksanakan di wilayah Sesar Palu-Koro, Sulawesi Tengah selama 10 hari. Sebelumnya 3 workshops sudah dilaksanakan di Jakarta. Workshop pertama untuk memperdalam persoalan Sesar Palu-Koro di balik berkah yang diberikannya. Workshop kedua untuk menggalang dukungan dari industri minerba di wilayah sesar. Sedangkan workshop ketiga untuk mematangkan persiapan survey pendahuluan di bulan Mei 2017 lalu. Riset pendahuluan ini juga ditutup dengan 2 workshop, di BPBD dan di Universitas Tadulako.

Sebagaimana sudah direncanakan sebelumnya, riset pendahuluan telah menghasilkan dukungan yang lebih luas, terutama di Sulawesi Tengah. Forum PRB Sulawesi Tengah telah mendukung sejak ekspedisi ini masih dalam rencana dan terutama saat riset pendahuluan dilaksanakan. Dukungan yang sangat signifikan juga datang dari Universitas Tadulako Palu, BPBD Palu dan Museum Palu. Riset pendahuluan telah mengumpulkan sejumlah hasil penelitian yang pernah dilakukan seputar wilayah Sulawesi Tengah menjadi bahan pijakan yang berarti untuk pelaksanaan Ekspedisi Palu-Koro nanti.

Setidaknya ada satu kegiatan penting lain yang akan dilaksanakan di Sesar Palu-Koro sebelum pelaksanaan ekspedisi ini, yaitu workshop bersama media dalam rangka membangun kesadaran tentang pentingnya upaya Pengurangan Risiko Bencana.

Konferensi pers di Palu saat riset pendahuluan Mei 2017 lalu.

 

Tim ekspedisi terus berharap dan mengupayakan sejumlah dukungan dari berbagai pihak mengingat pentingnya ekspedisi ini dalam upaya pengurangan risiko bencana gempa dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah pada khususnya dan Indonesia pada umumnya yang memiliki 295 titik sesar aktif.

Klik di sini untuk mendukung atau memberikan donasi  

 

Sejarah gempa di Sulawesi

 

Beberapa videos yang menjelaskan tentang Ekspedisi Palu-Koro

Klik di sini untuk mendukung atau memberikan donasi  

 


Berbagai Tulisan Mengenai Ekspedisi Palu-Koro:

Ekspedisi Palu-Koro dan Beberapa Aspek Unik yang Mesti Dikedepankan

Menguak Sulawesi dari Beragam Sisi

Sulawesi: Kerumitan Berbuah Keunikan

Penjelasan Ringkas mengenai Ekspedisi Palu-Koro dalam format PDF

 


Workshops Ekspedisi Palu-Koro:

Workshop 1

Workshop 2

Workshop di BPBD Palu

Workshop di Universitas Tadulako

 


Index Artikel Ekspedisi Palu-Koro